Jenis - jenis resin yang sering dipakai dan bagaimana membedakanya - Tempe-Urap

Belajar tiada batasan, waktu, usia dan tempat.

Like us on Facebook

Ads Here

Monday, January 28, 2019

Jenis - jenis resin yang sering dipakai dan bagaimana membedakanya


Seperti yang kita ketahui saat ini, manfaat resin sangat banyak untuk kehidupan sehari-hari. Namun, banyaknya resin yang beredar dipasaran membuat kita bingung bagaimana menentukan pilihan ketika akan menggunakanya.

loading...

Lalu, apakah Resin itu ?

Resin adalah eksudat/getah yang dikeluarkan oleh beberapa jenis tumbuhan dengan tujuan untuk memberikan efek perekat, lengket, ataupun mengkilat.

Apasajakah jenis-jenis resin yang sering digunakan ?

Setiap jenis resin yang beredar dipasaran mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, dan mempunyai kekurangan serta kelebihan masing-masing. Maka dari itu, harap selalu membaca petunjuk yang tertera dalam setiap kemasan, sehingga dapat mengetahui karakter dari resin tersebut.

1. Resin Epoxy


Ini adalah jenis resin yang paling tinggi nilai dan kualitasnya di antara ketiga tipe resin yang ada tetapi harganya juga lumayan mahal. Resin epoxy biasanya lebih kurang tiga kali lebih kuat dibandingkan dengan jenis resin terkuat lainnya. Epoxy mengandung serat karbon (Carbon Fiber), Serat Kaca (Fiberglass), dan Aramid atau Kevlar yaitu sejenis sintetis yang tahan panas dan benturan biasanya digunakan untuk bidang pertahanan militer. Epoxy juga mengandung zat resin yang lebih tua dan sebagian besar bahan kandungannya berkualitas cukup baik. Perlu kita ketahui kalau sebagian besar epoxy memang memiliki kecenderungan berubah warna menjadi menguning saat terkena air. Saat membeli epoksi untuk aplikasi yang mengalami perubahan suhu ekstrim atau terpapar air, pastikan Anda membeli hardener epoxy untuk tahan ke semua cuaca.

Kebanyakan epoxy berwarna kekuning-kuningan seperti gabungan warna emas dan warna oranye. Bila Anda hanya menggunakan sedikit epoxy ke dalam campuran komposit material resin, itu tidak akan berpengaruh besar dan epoksinya akan kelihatan bening kecuali untuk penggunaan dalam proses membasahi serat material kevlar berwarna kuning atau fiberglass berwarna putih. Dalam kasus ini Anda akan melihat kevlar kuning sedikit kelihatan lebih gelap dan kemungkinan besar Anda akan melihat warna kuning yang sangat sedikit di serat kaca berwarna putih.
Anda bisa membeli resin epoxy dan hardener/katalis yang sangat bening di pasaran, tetapi kemungkinan besar kita tidak bisa menghindari perubahan warna menjadi kekuningan seiring dengan waktu yang disebabkan cahaya matahari bahkan meskipun barang yang terbuat dari epoxy akan digunakan di dalam rumah.

loading...

2. Resin Vinylester


Resin ini biasanya memiliki sekitar sepertiga kekuatan resin Epoxy. Mereka menempel tidak begitu bagus di serat karbon dan serat aramid atau kevlar, tapi tetap saja bisa digunakan untuk aplikasi sederhana untuk serat itu. Resin vinilester terutama digunakan dengan fiberglass, namun biasanya juga digunakan dengan karbon sebagian besar untuk aplikasi kosmetik bila mantel poliester bening atau gelcoat berbasis poliester dibutuhkan. Jenis resin ini sebaiknya tidak digunakan dengan serat karbon atau aramid kalau memang hanya untuk mengharapkan kekuatan material. Sebagai catatan, pelapis yang mengandung karet silikon urethan dapat digunakan bersama-sama dengan epoxi.

3. Resin Polyester


Resin ini adalah resin yang harganya paling murah di antara semua resin. Resin ini memiliki daya rekat yang tidak baik dan tidak boleh digunakan untuk pekerjaan berserat karbon atau aramid. Mereka biasanya bekerja dengan baik hanya pada fiberglass.







Penjelasan singkat diatas semoga bisa mempermudah anda dalam menentukan pemakaian resin selanjutnya.

No comments:

Post a Comment