Satelit Nusantara 1 Satu Indonesia akhirnya menuju 5G - Tempe-Urap

Belajar tiada batasan, waktu, usia dan tempat.

Like us on Facebook

Ads Here

Thursday, February 28, 2019

Satelit Nusantara 1 Satu Indonesia akhirnya menuju 5G


Baru baru ini, dihebohkan dengan adanya berita Satelit Nusantara Satu milik Indonesia yang diluncurkan.

Nusantara Satu merupakan satelit Indonesia pertama yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas hingga 15 Gbps. Teknologi HTS tersebut diyakini dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia.

Melihat kemajuan teknologi khususnya dalam koneksi internet ini. Apalah daya ku yang hp-nya masih 3G. Memang ya, kemajuan teknologi sekarang kemajuannya luar biasa. Kalau kita leha-leha sedikit saja nih, bisa ketinggalan jauh sama jiran-jiran. Secara detailnya, Satelit Nusantara Satu ini milik PT Pasifik Nusantara Satu. Sebuah perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia.

Detik-detik menjelang peluncuran satelit Nusantara Satu ini dimulai dari 13 Februari 2019. Dimana tim PSN memantau dan melihat langsung satelit Nusantara Satu dimasukkan kedalam roket Falcon 9. Ituloh GanSis, roket yang sempat viral gara-gara mengirim mobil sport ke luar angkasa.
Tapi lokasi peluncurannya bukan di Indonesia. Melainkan di Amerika Serikat sana. Pada 19 Februari 2019 tim SpaceX melakukan uji coba mesin dan sistemnya. Hmm... Semacam manasin mesin kalau kita mau naik motor gitu.

Satelit Nusantara Satu meluncur pada 21 Februari 2019 di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, sekitar pukul 20.45 waktu setempat, atau 22 Februari 2019 pukul 08.45 waktu Indonesia bagian Barat (WIB).

Nantinya setelah meluncur ke luar angkasa, satelit Nusantara Satu akan mengorbit di atas Papua, Indonesia. Tepatnya di slot orbit 146 BT. Kemudian satelit ini akan dikontrol melalui Satellite Control Center yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Namun cakupan satelit Nusantara Satu bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Bahkan se-Asia Tenggara.

Satelit Nusantara Satu mengandalkan platdiv SSL-1300 140 dengan usia desain selama lebih dari 15 tahun ini memiliki 38 transponder C/Ext-C Band dengan cakupan meliputi wilayah Asia Tenggara. Selain itu, satelit ini juga memiliki 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps atau sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia.

Keunggulan yang paling menonjol dari satelit ini ialah efisiensi dalam kemampuannya mentransmisikan byte jauh lebih banyak ketimbang satelit konvensional.
Kita tahu sendiri, kebutuhan data dalam satuan byte setiap smartphone kini semakin banyak. Orang apa-apa itu sukanya lihat konten video, streaming dan game online. Itu semuakan makan bandwith gede banget.

Meskipun lebih bagus menggunakan infratrustur fiber optik atau bisa kita sebut palapa ring. Namun, mengingat kondisi negara kita yang kepulauan. Dimana gak semua pulau di Indonesia terjangkau fiber optik. Maka kebutuhan satelit ini juga penting. Terus dampaknya apa? Secara teknisnya saya gak ngerti. Namun semua ini (peningkatan koneksi internet) tentu ada karena kebutuhan koneksi internet yang jauh meningkat. Termasuk juga tuntutan kemajuan jaman.

Dijaman serba modern, tentu Indonesia gak bisa ngandelin infrastruktur internet yang apa adanya, yang kalau buka Youtube suka buffering. Hmm... Sepertinya uda lama ya gak dengar istilah ini. Sederhananya, ketika kebutuhan bandwith yang besar. Gak mungkin bisa terpenuhi tanpa penambahan atau infrastruktur yang lebih mendukung unicorn yang online-online itu. Eh...Karena sekarang dengan internet kita bisa lakukan banyak hal untuk berbagai kebutuhan mulai dari cari duit hingga ngabisi duit. Bahkan menjadi kebutuhan primer.

Beda banget dulu di internet sebagian masih tahunya hanya untuk browsing dan beberapa hiburan multimedia. Ya ini sih dari saya pribadi aja menilai berbagai peningkatan koneksi internet. Tentunya penilaian ini belum terkait dengan satelit Nusantara Satu. Melainkan hubungannya pada Palapa Ring dan berbagai infrastruktur internet lain sebelumnya. Karena memang, kebutuhan koneksi internet di Indonesia semakin besar, gak bisa kalau hitungan masih kecil-kecil.

Indonesia kini sudah berbicara terkait jaringan 4G. Didukung dengan infrastruktur darat maupun udara. Nah, di Korsel denger-denger uda 5G. Ya Allah, aku aja masih 3G. Barangkali kalau di Indonesia koneksi internetnya masih 2G atau paling mentok 3G, startup maupun unicorn kurang berkembang. Dan mungkin Youtube gak seramai sekarang.

No comments:

Post a Comment