Ma'ruf Amin - Sandiaga : Ulama Jalur Mondok dengan Ulama Jalur Akselarasi - Tempe-Urap

Belajar tiada batasan, waktu, usia dan tempat.

Like us on Facebook

Ads Here

Saturday, March 16, 2019

Ma'ruf Amin - Sandiaga : Ulama Jalur Mondok dengan Ulama Jalur Akselarasi


Menjelang debat wakil presiden 2019 pada pesta politik tahun 2019 ini, sangat dinantikan bagi sebagian orang.

Bagi masing masing pendukung, tentu sangat  berharap jagoannya bisa membungkam lawannya di panggung tersebut.

loading...
Wajar saja, karena ini sudah menjadi hampir bahan perbincangan pada keesokan harinya. Baik di tempat kerja, di lingkungan dan dikondisi lainnya.

Namun, tahukah anda bahwa ada yang unik dari debat cawapres kali ini.

Ini bisa disebut debat antar "Ulama".

Pak Ma'ruf Amien  dan Pak Sandiaga Uno masing masing mempunyai predikat ulama. Nah, sedikit mengupas dari biografi masing-masing cawapres tersebut hingga kenapa bisa dilabeli ulama.

Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin, menurut catatan wikipedia Lahir di Kresek, Tangerang 11 Maret 1943. Pernah menduduki posisi sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia. Pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada masa pemerintahan Presiden SBY. Adapun perjalanan pendidikan dan kariernya sebagai berikut :
loading...

Pendidikan Umum

  • SR Kresek, Tangerang (1955)
  • Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tangerang (1955)
  • Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang (1958)
  • Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1961)
  • Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor (1967)
  • Pendidikan Khusus
  • Pesantren, Banten (1963)
  • Perjalanan karier

Pekerjaan

  • Guru Sekolah-sekolah di Jakarta Utara (1964-1970)
  • Pendakwah (1964)
  • Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama (Unnu), Jakarta (1968)
  • Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad (1976)

Pekerjaan

  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (kehidupan beragama) (2007–2010)
  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010–2014)
  • Legislatif
  • Anggota DPRD DKI Jakarta dari Utusan Golongan (1971–1973)
  • Keterlibatan dalam Organisasi
  • Ketua Fraksi Utusan Golongan DPRD DKI Jakarta
  • Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1973–1977)
  • Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD DKI Jakarta
  • Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1977–1982)
  • Pimpinan Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  • Anggota MPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1997–1999)
  • Anggota MPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Anggota DPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999–2004)
  • Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Anggota Panitia Anggaran DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
  • Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999)

Kegiatan Lain

  • Ketua Ansor, Jakarta (1964–1966)
  • Ketua Front Pemuda (1964–1967)
  • Ketua NU, Jakarta (1966–1970)
  • Wakil Ketua Wilayah NU, Jakarta (1968–1976)
  • Anggota Koordinator Da'wah (Kodi), Jakarta (1970–1972)
  • Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971–1977)
  • Ketua Dewan Fraksi PPP (1973–1977)
  • Anggota Pengurus Lembaga Da'wah PBNU, Jakarta (1977–1989)
  • Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)
  • Katib Aam Syuriah PBNU (1989–1994)
  • Anggota MUI Pusat (1990)
  • Rois Syuriah PBNU (1994–1998)
  • Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)
  • Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)
  • Ketua Dewan Syuro PKB (1998)
  • Mustasyar PBNU (1998)
  • Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)
  • Ketua Komisi Fatwa MUI (2001–2007)
  • Mustasyar PKB (2002–2007)
  • Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004–2010)
  • Ketua MUI (2015–)
Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A, menurut catatan wikipedia lahir di Pekanbaru, Riau pada 28 Juni 1969 adalah pengusaha dan seorang politikus Indonesia. adapun riwayat pendidikan yang ditempuhnay adalah :


PENDIDIKAN
  • SD PSKD Bulungan
  • SMPN 12 Wijaya
  • SMA Pangudi Luhur
  • Bachelor of Business Administration, The Wichita State University, Kansas, AS, 1990 
  • Master of Business Administration, The George Washington Univ., Washington, AS, 1992 

KARIER
  • Summa Group, Jakarta, Mei 1990 – Juni 1993
  • PT Recapital 1997 - 2007
  • Seapower Asia Investment Limited, Singapura, Juli 1993 – April 1994
  • MP Holding Limited Group, Singapura, Mei 1994 – Agustus 1995
  • NTI Resources Limited, Calgary, Canada, September 1995 – April 1998
  • PT Saratoga Investama Sedaya, April 1998 – Juni 2015
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, 2017-2020
ORGANISASI 
  • HIPMI Jaya 1999-2001
  • HIPMI Gorontalo
  • HIPMI Pusat
  • KADIN
PENGHARGAAN
  • Indonesian Entrepreneur of the Year, 2008
  • 150 orang terkaya versi Globe Asia, 2009
  • Orang terkaya nomor 37 di Indonesia, Majalah Forbes, 2011
  • Orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia
Dari biografi tersebut, tentunya anda bisa menilai sebutan ulama yang paling pantas menurut kaidah islam paling pantas diberikan untuk siapa. Terlepas dari momentum politik, sudah sepatutnya harus memperhatikan etika dalam berpolitik. Dari sini, maka bisa dibilang ada Ulama jalur mondok, adapula "Ulama" jalur akselerasi. Semua karena uang bukan?

2 comments:

  1. Hmmmm...?
    Kutipan di atas"
    Namun, tahukah anda bahwa ada yang unik dari debat cawapres kali ini.

    Ini bisa disebut debat antar "Ulama".

    Pak Ma'ruf Amien dan Pak Sandiaga Uno masing masing mempunyai predikat ulama.

    Jawaban: tidak Ada claim dari Pak Sandiaga Uno bahwa dia Ulama. Tidak Ada claim atau pernyataan dari BPN Prabowo Sandi Bahwa Pak Sandi Ulama.
    Penulis mungkin tendensius?
    01 nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa saja berargumen demikian.namun, substansi tulisan ini adalah latar belakang sebutan ulama.dan di indonesia, ulama adalah gelar pemberian.bukan pengakuan pribadi.mohon maaf jika ada salah penafsiran.

      Delete